Initializing...

|

DEVCODE BUILT TO SHIP

Profesional di bidang pengembangan produk digital, engineering sistem dan aplikasi, editing konten visual, dan infrastruktur jaringan. Berpengalaman mengeksekusi proyek dari tahap perencanaan, pengembangan, hingga siap digunakan, dengan pendekatan teknis yang teliti dan berorientasi pada solusi yang benar-benar berfungsi.

Foto profil DevCode

// 01 — About |

Who Am I

Saya Andi Asriefail, seorang profesional muda yang memiliki keahlian lintas bidang — mulai dari pengembangan produk digital, produksi dan editing konten visual, hingga teknik jaringan dan komunikasi.

Setiap pekerjaan saya dasari dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan nyata. Saya terbiasa mengelola proyek secara menyeluruh — dari riset, perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi hasil akhir.

Keberhasilan bagi saya bukan hanya soal output yang selesai, melainkan solusi yang benar-benar berfungsi dan memberi dampak bagi penggunanya.

Lokasi
Palu, ID
Fokus
Product
Mulai Berkarya
0
Status
Open
Foto Andi Asriefail

// 02 — Skills |

By The Numbers

0+
Projects Launched
0
Years Building Products
0
Active Products
0%
Delivered On Time

Core Competencies

Product Thinking
95%
UX / UI Design
85%
Project Management
90%
Requirements Analysis
88%
Problem Scoping
92%
Tech Literacy
80%
Video Editing
88%
Content Creation
90%
E-Commerce
85%
Network Engineering
87%
Network Config
84%
Troubleshooting
89%
Prompt Engineering
93%

// 03 — Projects |

What I've Built

📬
FLATMAIL — TELEGRAM BOT
BOT
FlatMail
Cloudflare Workers · Telegram Bot API
Bot Telegram untuk membuat alamat email sementara secara instan, lengkap dengan deteksi kode OTP otomatis dan notifikasi real-time. Dibangun sepenuhnya di atas infrastruktur gratis Cloudflare.
AutoOTP Detect
Real-timeNotifikasi
🔳
QR-TOOL — CLI & LIBRARY
CLI TOOL
QR Tool
Node.js · CLI · Library
CLI dan library Node.js untuk generate maupun scan QR code — mendukung teks, link, WiFi, kontak, lokasi, email, SMS, telepon, hingga event kalender dalam satu perintah.
8+Tipe QR
CLI+ Library
🤖
WHATSAPP AI BOT
BOT
WhatsApp AI Bot
Baileys · Multi-Provider AI
Bot WhatsApp serba bisa: chat AI multi-provider, pembuat sticker, generate/scan QR code, unduh media dari YouTube/TikTok/Instagram/Spotify, info cuaca & gempa real-time, hingga 30+ perintah admin grup.
30+Fitur
MultiAI Provider

Untuk informasi lengkap tiap proyek, kunjungi repository GitHub masing-masing di atas.

// 04 — Experience |

Work History

Independent Software Project Creator
Merancang dan meluncurkan 3 produk software secara mandiri. Mengelola keseluruhan siklus proyek mulai dari riset pengguna, desain, pengembangan, hingga deployment.
Independent
Content Creator — Desain Konten Gambar & Video
Menyelesaikan program Desain Konten Gambar dan Video untuk Media Sosial di Vision College (VICO) dengan predikat Sangat Baik dan nilai aktivitas 90. Terampil dalam editing visual dan produksi konten digital untuk berbagai platform media sosial.
Certified · Karier.mu
Online Seller — E-Commerce
Menjalankan bisnis jual beli online secara mandiri. Mengelola listing produk, komunikasi pelanggan, dan strategi penjualan di platform marketplace.
E-Commerce
Project Lead — Aplikasi Manajemen UMKM
Memimpin pengembangan aplikasi kasir untuk pelaku UMKM lokal. Berhasil mencapai 200+ pengguna aktif dalam dua bulan pertama setelah peluncuran.
Freelance Project
Product Consultant — Startup Teknologi
Memberikan konsultasi arah produk untuk dua startup di bidang edukasi dan logistik. Menyusun roadmap produk dan spesifikasi fitur untuk peluncuran MVP.
Consulting
Network Technician — Teknik Jaringan & Komunikasi
Berpengalaman dalam instalasi, konfigurasi, dan troubleshooting jaringan komputer. Menangani infrastruktur jaringan lokal (LAN/WAN), pengaturan router & switch, serta pemeliharaan konektivitas sistem komunikasi.
Networking
Proyek Perdana — Productivity Tool
Merancang dan mengembangkan productivity tool untuk kebutuhan internal. Menjadi titik awal perjalanan sebagai Software Project Creator.
Personal Project

// 05 — Certifications |

Sertifikasi

Bukti formal dari pelatihan dan program yang sudah diselesaikan. Klik kartu untuk membuka dokumen sertifikat.

📄
Teknik Jaringan & Komunikasi
Sertifikat Kompetensi · TKJ
Networking
📄
Desain Konten Gambar & Video
Vision College (VICO) · Predikat Sangat Baik
Content & Editing

// 06 — Prompt Engineering |

AI Instruction Design

Sebagai seorang Prompt Engineer, saya memiliki keahlian dalam menyusun instruksi yang efektif dan terstruktur untuk model AI seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan lainnya — guna menghasilkan output yang presisi, konsisten, dan bernilai tinggi.

Kemampuan ini mencakup teknik seperti chain-of-thought prompting, few-shot learning, role prompting, dan output formatting — yang memungkinkan AI bekerja lebih optimal untuk kebutuhan bisnis, konten, maupun pengembangan produk.

Saya mengintegrasikan Prompt Engineering ke dalam alur kerja untuk mempercepat produksi konten, otomasi tugas repetitif, dan eksplorasi ide produk secara lebih efisien.

AI Tools
GPT·Claude·Gemini·DS
Teknik
CoT · Few-Shot
Use Case
Content & Dev
Level
Advanced

Prompt Techniques

Zero-Shot
95%
Few-Shot
92%
Chain-of-Thought
90%
Role Prompting
93%
Output Formatting
88%
Prompt Iteration
94%
ChatGPT Claude Gemini DeepSeek Midjourney Stable Diffusion

Contoh Penerapan

Output Formatting
Prompt
Buatkan gambar LKP (Lembar Kerja Peserta didik) bertema hutan untuk siswa SD kelas 2. Gaya ilustrasi flat, warna cerah dan ramah anak. Sertakan: (1) area mewarnai pohon & hewan hutan, (2) kolom isian nama & kelas di kanan atas, (3) 3 soal mencocokkan gambar-nama hewan di bagian bawah. Format akhir siap cetak ukuran A4.
Hasil: Layout LKP lengkap dalam satu kali generate, tanpa perlu revisi tata letak — deskripsi elemen & posisi ditulis eksplisit di awal.
Chain-of-Thought
Prompt
Bug: request API kadang gagal tapi tidak selalu. Sebelum kasih fix, telusuri dulu langkah demi langkah: (1) cek apakah ini soal timing/race condition, (2) cek apakah response di-cache secara tidak sengaja, (3) cek log error persisnya di titik mana. Jelaskan analisis tiap langkah, baru berikan perbaikan kode-nya.
Hasil: Root cause ketemu di langkah kedua (race condition saat fetch bersamaan) — lalu perbaikan divalidasi manual dengan reproduksi ulang skenario sebelum dianggap selesai.
Output Formatting
Prompt
Susun dokumen laporan proyek dalam format akademik dengan footnote: judul di halaman sampul, daftar isi otomatis, penomoran bab 1.1/1.2, dan setiap klaim data harus disertai catatan kaki bernomor di bagian bawah halaman yang sama, bukan di akhir dokumen.
Hasil: Dokumen Word siap pakai dengan struktur footnote per-halaman yang konsisten, tanpa perlu dirapikan manual satu per satu.
Role Prompting
Prompt
Posisikan dirimu sebagai senior backend engineer yang sedang code review. Periksa fungsi ini untuk: keamanan (SQL injection, validasi input), performa (query N+1), dan konsistensi penamaan. Kasih catatan per baris, bukan cuma kesimpulan umum.
Hasil: Review lebih tajam dan spesifik dibanding prompt generik — peran yang jelas membuat AI fokus ke aspek teknis yang relevan, bukan saran permukaan.
Few-Shot
Prompt
Berikut 3 contoh caption produk yang sudah terbukti bagus: [contoh 1], [contoh 2], [contoh 3]. Ikuti pola nada & struktur yang sama — pembuka hook singkat, 2 baris manfaat, CTA di akhir — untuk 5 produk baru berikut ini.
Hasil: Output konsisten mengikuti gaya brand tanpa perlu jelasin ulang tone secara manual — cukup dari contoh yang diberikan di awal.

// 07 — Networking |

Network Engineering

Berpengalaman dalam instalasi, konfigurasi, dan troubleshooting infrastruktur jaringan komputer — mulai dari setup LAN sederhana hingga manajemen jaringan multi-titik dengan perangkat MikroTik, Cisco, dan TP-Link.

Keahlian ini saya bangun sejak masa PRAKERIN (Praktik Kerja Industri) di bidang Teknik Jaringan & Komunikasi (TKJ), dilanjutkan dengan pengalaman nyata menangani jaringan kantor, warnet, dan infrastruktur WiFi skala menengah.

Pendekatan saya selalu dari fisik ke logis — memastikan kabel dan hardware benar dulu sebelum masuk ke konfigurasi software dan keamanan sistem.

Perangkat
MikroTik · Cisco · TP-Link
Topologi
LAN · WAN · WiFi
Protokol
TCP/IP · DHCP · NAT
Sertifikasi
TKJ · Kompetensi

Network Skills

LAN Setup
90%
MikroTik Config
85%
Troubleshooting
88%
WiFi Multi-AP
82%
Firewall & Security
80%
Cable Management
92%
MikroTik Cisco TP-Link Winbox Wireshark cmd / ping

Contoh Penerapan

LAN Topology
Setup Jaringan Kantor / Warnet Kecil
Merancang topologi LAN star untuk 10–20 workstation dengan distribusi bandwidth per user menggunakan MikroTik RouterOS. Setiap PC mendapat IP tetap via DHCP lease binding, sehingga mudah dilacak dan dikontrol secara individual.
TOPOLOGI LAN — WARNET 15 UNIT [ISP / Modem] │ [MikroTik RB750Gr3] ← Gateway + DHCP + QoS │ [Switch TP-Link 24-port] ┌───┴────┬────────┬────────┐ [PC-01] [PC-02] [PC-03] ... [PC-15] 192.168.1.11–.25 ← IP statis via DHCP binding Bandwidth per user (Simple Queue MikroTik): /ip dhcp-server lease add address=192.168.1.11 mac-address=AA:BB:CC:DD:EE:01 comment="PC-01" /queue simple add name="PC-01" target=192.168.1.11 max-limit=2M/2M
1
Survei & desain topologi — hitung jumlah node, jarak kabel, posisi switch dan router.
2
Konfigurasi MikroTik via Winbox — atur DHCP Server, NAT masquerade ke ISP, dan DNS forwarder.
3
DHCP Lease Binding — bind MAC address setiap PC ke IP tetap agar simple queue berlaku per mesin.
4
Simple Queue per user — set max-limit upload/download per IP, contoh 2Mbps/2Mbps per kursi warnet.
5
Test & monitoring — ping ke gateway dan internet, cek bandwidth via tools speed-test bawaan Winbox.
MikroTik Simple Queue DHCP Binding NAT Winbox
Hasil: Bandwidth terbagi rata, tidak ada user yang memonopoli koneksi. Setiap PC terkontrol dan bisa diblokir/dibatasi sewaktu-waktu dari Winbox tanpa restart router.
Troubleshooting
Troubleshooting Koneksi Putus-Putus
Diagnosa sistematis dari layer fisik ke layer konfigurasi mengikuti pendekatan OSI bottom-up. Masalah intermittent (putus-putus) seringkali berasal dari kabel rusak, konektor longgar, atau setting duplex yang tidak cocok — bukan dari router-nya.
ALUR DIAGNOSA — OSI BOTTOM-UP Layer 1 — FISIK ├─ Cek kabel: ada yang tertekuk/terjepit? ├─ Test dengan cable tester (kabel cross vs straight) ├─ Ganti kabel patch → test ulang └─ Cek LED port switch: berkedip normal (hijau) atau error (merah/mati)? Layer 2 — DATA LINK ├─ Cek MAC table di switch: apakah MAC device terdaftar? ├─ Atur speed/duplex manual (misal: 100Mbps Full Duplex) └─ Update firmware switch jika ada bug duplex mismatch Layer 3 — NETWORK ├─ ping 192.168.1.1 → cek ke gateway ├─ ping 8.8.8.8 → cek ke internet (bypass DNS) ├─ ping google.com → cek DNS resolution └─ tracert google.com → lihat di hop mana putus Layer 7 — APLIKASI └─ Jika hanya 1 aplikasi error → masalah di app/firewall, bukan jaringan
1
Cek fisik kabel — pastikan tidak ada tekukan tajam (radius bengkok >3cm), konektor RJ-45 tidak longgar, dan crimping sempurna.
2
Test dengan cable tester — lampu LED 1–8 harus nyala berurutan untuk kabel straight (1:1), atau urutan silang untuk kabel cross.
3
Ping bertahap — mulai dari loopback (127.0.0.1), gateway, IP ISP, lalu 8.8.8.8. Ini isolasi masalah di hop mana.
4
Cek log router — buka System > Log di Winbox. Lihat apakah ada pesan link-down berulang yang menandai port bermasalah.
5
Fix duplex mismatch — paksa speed & duplex ke nilai sama di kedua ujung (router dan NIC PC) jika auto-negotiation gagal.
OSI Model Cable Tester ping / tracert Winbox Log Duplex
Hasil: Dengan alur diagnosa ini, 80% masalah koneksi putus-putus dapat ditemukan di layer fisik — tanpa perlu reset router yang justru membuang waktu konfigurasi.
WiFi Multi-AP
Konfigurasi WiFi Multi-AP — Roaming Tanpa Lag
Instalasi beberapa Access Point dalam satu jaringan agar perangkat bisa berpindah titik secara mulus (seamless roaming). Kunci utamanya: SSID dan password identik di semua AP, tapi channel berbeda agar tidak saling interferensi.
LAYOUT MULTI-AP — GEDUNG 2 LANTAI [MikroTik Router] — IP Gateway: 192.168.10.1 │ [Switch Core] ┌────┴────────────┐ [AP-01 Lt.1] [AP-02 Lt.2] SSID: KANTORKU SSID: KANTORKU ← SSID sama Pass: ****** Pass: ****** ← Password sama Ch: 1 (2.4GHz) Ch: 6 (2.4GHz) ← Channel BEDA IP:192.168.10.2 IP:192.168.10.3 ← Mode: Access Point Aturan Channel 2.4GHz (non-overlapping): AP-01 → Channel 1 AP-02 → Channel 6 AP-03 → Channel 11 (Jangan pakai channel yang sama atau bersebelahan)
1
Nonaktifkan DHCP di setiap AP — DHCP hanya di router utama. AP bermode bridge, bukan router.
2
Set SSID & password identik di semua AP — ini yang memungkinkan device berpindah AP secara otomatis tanpa reconnect manual.
3
Pilih channel berbeda untuk tiap AP — gunakan channel 1, 6, dan 11 (non-overlapping) di frekuensi 2.4GHz untuk minimalkan interferensi.
4
Turunkan TX Power AP yang berdekatan — agar coverage area tidak terlalu tumpang tindih, sekitar 15–20 dBm sudah cukup per AP indoor.
5
Test roaming — jalan dari satu ruangan ke ruangan lain sambil streaming video. Perpindahan AP yang baik tidak menyebabkan buffering lebih dari 1–2 detik.
Access Point SSID Roaming Channel Planning 2.4GHz / 5GHz TX Power
Hasil: Pengguna berpindah antar ruangan atau lantai tanpa perlu ganti jaringan WiFi. Koneksi stabil, latensi rendah, dan tidak ada dead zone karena cakupan AP saling melengkapi.
Firewall & Security
Firewall & Keamanan Dasar Jaringan
Konfigurasi firewall filter rules di MikroTik untuk memblokir akses tidak sah dari luar, membuka port tertentu secara aman (port forwarding), dan melindungi router dari serangan brute force via IP blacklist.
FIREWALL FILTER — INPUT CHAIN (Blokir akses ke router) /ip firewall filter add chain=input connection-state=established,related action=accept \ comment="Izinkan koneksi yang sudah established" add chain=input src-address-list=blacklist action=drop \ comment="Blokir IP yang masuk daftar hitam" add chain=input protocol=tcp dst-port=22,23,80,8291 \ src-address=!192.168.1.0/24 action=drop \ comment="Blokir akses SSH/Telnet/HTTP/Winbox dari luar LAN" add chain=input action=drop \ comment="Drop semua koneksi masuk yang tidak diizinkan" PORT FORWARDING — Akses server lokal dari internet: /ip firewall nat add chain=dstnat dst-port=8080 protocol=tcp \ action=dst-nat to-addresses=192.168.1.100 to-ports=80 \ comment="Forward port 8080 ke web server internal"
1
Blokir akses Winbox dari WAN — port 8291 hanya boleh diakses dari IP LAN, bukan dari internet luar.
2
Aktifkan address-list dinamis — IP yang gagal login lebih dari 3x dalam 1 menit otomatis masuk blacklist dan diblokir selama 24 jam.
3
Ganti password default router — password admin bawaan (admin/kosong) adalah celah keamanan paling umum yang sering diabaikan.
4
Port forwarding aman — forward hanya port yang diperlukan, gunakan port non-standar di sisi luar (misal 8080→80) untuk kurangi eksposur bot scanner.
5
Matikan service yang tidak dipakai — di IP > Services, nonaktifkan Telnet, FTP, API jika tidak digunakan. Kurangi attack surface.
Firewall Filter Port Forwarding NAT Blacklist Brute Force Protection
Hasil: Router tidak bisa diakses sembarangan dari luar jaringan. Serangan brute force otomatis terhenti, dan port forwarding berjalan aman tanpa membuka celah yang tidak perlu.
Instalasi & Cabling
Instalasi & Cable Management Terstruktur
Pemasangan kabel jaringan secara rapi dan terstandar sesuai praktik industri — termasuk pembuatan kabel straight-through dan cross-over, penggunaan cable tray, dan pelabelan kabel di rack. Pengalaman ini saya dapatkan langsung dari kegiatan PRAKERIN TKJ.
URUTAN WARNA KABEL — STANDAR TIA-568B vs 568A RJ-45 Pin: 1 2 3 4 5 6 7 8 ───────────────────────────────────────────── 568B: Pu/O O Pu/H B Pu/B H Pu/C C (Kabel STR) Putih Oran Putih Biru Putih Hijau Putih Coklat Orange Hijau KABEL STRAIGHT (PC → Switch): Ujung A: 568B → Ujung B: 568B (sama persis) KABEL CROSS (PC → PC langsung, atau Switch lama → Switch): Ujung A: 568B → Ujung B: 568A (ujung berbeda) 568A pin: 1=Pu/H, 2=H, 3=Pu/O, 4=B, 5=Pu/B, 6=O, 7=Pu/C, 8=C Kapan pakai kabel CROSS vs STRAIGHT: PC → Switch : Straight ✓ PC → PC : Cross ✓ Switch → Switch : Cross ✓ (switch lama tanpa Auto-MDI) Router → Switch : Straight ✓ Note: Switch modern ber-fitur Auto-MDI/MDIX bisa pakai keduanya
1
Kupas outer jacket ±3 cm, jangan sampai melukai inner insulation. Gunakan cable stripper, bukan cutter biasa.
2
Urutkan wire sesuai standar (568B untuk straight, 568A di ujung lain untuk cross). Ratakan dan potong hingga ujung sejajar ±1,2 cm dari jacket.
3
Masukkan ke konektor RJ-45 — pastikan semua 8 wire masuk penuh hingga terlihat dari ujung transparan konektor sebelum di-crimp.
4
Crimp dengan crimping tool — tekan penuh hingga berbunyi "klik". Pin tembaga harus menembus insulation wire dengan sempurna.
5
Test dengan cable tester — LED 1–8 harus menyala berurutan (straight) atau urutan 3,6,1,4,5,2,7,8 (cross). Jika ada yang mati = crimp gagal, ulangi.
6
Cable management — ikat dengan velcro tie (bukan cable tie permanen), masukkan ke cable tray atau conduit PVC, dan beri label di kedua ujung kabel.
RJ-45 TIA-568B Kabel Straight Kabel Cross Cable Tester Crimping PRAKERIN TKJ
Hasil: Kabel rapi di rack, mudah dilacak saat troubleshooting, dan tahan lama karena crimping standar. Kabel cross dipakai di koneksi PC-to-PC langsung; kabel straight untuk semua koneksi ke switch/router modern.

// 09 — Toolkit |

Tools I Use

VS Code
VS Code
Code Editor
GitHub
Version Control
Figma
UI / Prototyping
Vercel
Deployment
Notion
Notion
Project Management
Termux
Termux
Terminal / CLI
CapCut
CapCut
Video Editing
Canva
Canva
Graphic Design
Networking
LAN / WAN / Router
Alight Motion
Alight Motion
Motion Graphics
>_ AI
Prompt Eng.
AI Instruction Design
Winbox
Winbox
MikroTik Config

// 10 — Contact |

Let's Build Together

Open to project collaborations, product consulting, and new software ideas.